KUKAR – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mempersiapkan komunikasi dengan para ofisial kafilah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Komunikasi dengan ofisial kafilah ditargetkan mulai dilakukan pada 15 Oktober 2026. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan Dispar Kukar dalam memastikan kebutuhan peserta selama pelaksanaan MTQH di Kukar dapat terkoordinasi dengan baik.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar seusai rapat persiapan MTQH di ruang rapat Sekda Kukar, Kamis (8/10/2026).
Ivan bilang tahapan komunikasi tersebut akan dilakukan oleh personel yang ditugaskan sebagai Event Organizer (EO). Para personel nantinya menjadi penghubung antara panitia dengan kafilah yang datang ke Kukar.
“Mulai tanggal 15 Oktober nanti kami sudah mengarahkan masing-masing EO untuk menjalin komunikasi dengan ofisial kafilah. Informasi yang diberikan terutama berkaitan dengan penginapan dan kebutuhan peserta selama berada di Kukar,” kata Ivan
Menurutnya, informasi yang diberikan kepada kafilah nantinya mencakup lokasi hotel, jumlah kamar yang tersedia hingga jarak dan akses menuju venue perlombaan.
Hal tersebut dinilai penting karena setiap kafilah membutuhkan kepastian mengenai tempat tinggal dan mobilitas selama berada di Kukar. Dengan adanya komunikasi lebih awal, berbagai kebutuhan tersebut diharapkan dapat diketahui sebelum pelaksanaan kegiatan.
Selain akomodasi, koordinasi juga akan dilakukan terkait transportasi kafilah. Dispar Kukar akan memastikan kendaraan yang membawa peserta dapat menjemput dan mengantar mereka sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Ivan menyebut komunikasi antara EO dengan pengemudi akan menjadi salah satu hal yang cukup intensif ketika MTQH berlangsung. Karena itu, pihaknya akan membuat grup WhatsApp khusus untuk mempercepat penyampaian informasi.
“Grup komunikasi ini nantinya akan membantu EO berkoordinasi dengan para pengemudi. Jadwal penjemputan harus jelas sehingga ketika kafilah akan berangkat ke lokasi lomba, kendaraan sudah berada di titik yang ditentukan,” ujarnya.
Untuk menjalankan pola koordinasi tersebut, Dispar Kukar telah menyiapkan personel yang akan bertugas sebagai EO. Sebanyak 33 ASN dari 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah diinventarisasi untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut.
Masing-masing OPD diminta menugaskan tiga hingga maksimal empat orang. Selain ASN, Dispar Kukar juga melibatkan 24 Duta Wisata Kukar sehingga total personel yang disiapkan mencapai 57 orang.
Ivan menjelaskan, keterlibatan Duta Wisata dilakukan karena mereka dinilai memiliki pengalaman dalam menjalankan tugas pelayanan. Para Duta Wisata nantinya turut mendampingi kafilah selama berada di Kukar.
“Kami melihat Duta Wisata cukup terbiasa dalam kegiatan yang membutuhkan pelayanan dan pendampingan. Karena itu, mereka kami libatkan untuk membantu memberikan pelayanan kepada para kafilah selama kegiatan berlangsung,” jelas Ivan.
Dari 24 Duta Wisata tersebut, mereka akan dibagi untuk mendampingi kafilah dari 10 kabupaten/kota, Dewan Hakim, serta panitia provinsi. Pendampingan juga dibagi berdasarkan jenis kelamin.
Ivan mengatakan pembagian pendamping laki-laki dan perempuan dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan MTQH.
“Pendamping akan kami atur berdasarkan jenis kelamin. Peserta laki-laki akan didampingi petugas laki-laki, begitu pula peserta perempuan akan didampingi petugas perempuan, sehingga pelayanan bisa lebih nyaman dan sesuai dengan kebutuhan kegiatan,” jelasnya.
Sebelum mulai berkomunikasi dengan para ofisial, seluruh personel EO akan mendapatkan pembekalan. Dispar Kukar menjadwalkan rapat bersama para EO pada Senin (12/10/2026) di ruang rapat LPTQ.
“Pertemuan Senin nanti menjadi kesempatan bagi kami untuk memberikan arahan kepada seluruh personel. Kami ingin memastikan setiap EO memahami tugas yang akan dijalankan sebelum berhadapan langsung dengan kafilah,” pungkasnya. (Adv)


