SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) kembali menghadirkan terobosan bagi generasi muda Benua Etam. Pada tahun 2025 ini, mereka merancang sebuah program pelatihan intensif yang ditujukan bagi calon peserta seleksi sekolah kedinasan, termasuk akademi militer dan kepolisian.
Menurut Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap rendahnya tingkat kelulusan pemuda daerah dalam berbagai seleksi masuk sekolah kedinasan.
Oleh karena itu, Dispora berinisiatif menyiapkan wadah pembinaan yang akan membantu para peserta mempersiapkan diri secara matang.
“Kami melihat perlunya wadah pembinaan khusus untuk calon taruna dan taruni. Ini bukan hanya tentang latihan fisik, tapi juga mental, pengetahuan, dan kedisiplinan. Harapannya, program ini bisa melahirkan calon-calon pemimpin muda, terutama di lingkungan militer dan pemerintahan,” jelas Rusmulyadi, Sabtu (7/6/2025).
Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2025. Waktu tersebut dipilih agar peserta memiliki cukup ruang untuk menyerap materi dan mendapatkan simulasi persiapan menjelang pelaksanaan ujian seleksi sesungguhnya.
Target dari kegiatan ini adalah pelajar kelas 12 SMA atau sederajat dari seluruh wilayah kabupaten/kota di Kalimantan Timur, dengan rentang usia lulusan antara 22 hingga 23 tahun.
Program ini diharapkan mampu menjembatani para pemuda menuju institusi-institusi strategis yang selama ini masih didominasi peserta dari luar daerah.
“Kami ingin memperkuat peran pemuda Kaltim dalam membangun negeri lewat jalur kedinasan. Dengan persiapan yang tepat, kami yakin mereka bisa bersaing secara nasional,” tambah Rusmulyadi.
Dispora juga tengah membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan instansi terkait agar pelaksanaan pelatihan berjalan optimal.
Nantinya, pelatihan ini tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga pembekalan wawasan kebangsaan, psikotes, hingga latihan soal-soal akademik dan simulasi wawancara.
Lebih jauh, ia berharap program ini bisa berkelanjutan dan menjadi sarana pemberdayaan pemuda yang konkret dan terukur.
“Kami optimis, jika program ini berjalan baik, maka ke depan akan banyak anak-anak daerah yang sukses menembus lembaga pendidikan tinggi kedinasan,” pungkasnya. (Adv)


