KUKAR – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen memperluas jangkauan layanan listrik agar dapat dinikmati seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kawasan terpencil dan permukiman terpisah dari desa induk.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan, pemerataan akses listrik menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur jaringan kelistrikan.
Sejumlah kawasan yang masih membutuhkan perhatian di antaranya permukiman di wilayah Sepatin yang lokasinya cukup jauh dari pusat desa, serta Dusun Tanjung Belukan dan Dusun Mangkubur.
“Masih ada permukiman masyarakat yang letaknya jauh dari pusat desa sehingga membutuhkan penanganan khusus. Seperti di Sepatin, termasuk Dusun Tanjung Belukan dan Mangkubur yang juga perlu mendapatkan akses listrik,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Arianto menjelaskan, upaya pemenuhan kebutuhan listrik tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi geografis dan kemampuan anggaran daerah.
Salah satu progres yang telah dicapai yakni pembangunan pembangkit listrik komunal di Desa Sepatin. Secara fisik, pengerjaan fasilitas tersebut telah rampung sepenuhnya.
“Untuk pembangunan fisik pembangkit listrik komunal di Sepatin sudah mencapai 100 persen. Hanya saja, kapasitas daya yang tersedia sekarang masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Karena itu, DPMD Kukar berencana mengupayakan peningkatan kapasitas pembangkit pada 2027. Langkah tersebut diharapkan dapat dilakukan seiring membaiknya kondisi keuangan daerah sehingga kebutuhan listrik masyarakat bisa terpenuhi lebih optimal.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong penyelesaian persoalan kelistrikan, mengingat listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas dan kehidupan masyarakat.
“Ke depan, kami ingin kebutuhan listrik masyarakat bisa terpenuhi secara menyeluruh. Ini menjadi komitmen kami untuk terus mengupayakan penyelesaian persoalan kelistrikan, khususnya di wilayah yang selama ini belum terjangkau,” tegas Arianto.
Sementara itu, untuk kawasan permukiman yang tersebar dan sulit dijangkau melalui pembangunan pembangkit listrik komunal, DPMD Kukar menyiapkan alternatif pemanfaatan energi surya melalui sistem Solar Home System (SHS) yang dipasang pada masing-masing rumah warga. (Adv)


