DPRD Samarinda Abdul Rohim Minta Pemetaan Kebutuhan Sekolah Dilakukan Secara Terukur

SAMARINDA – Keterbatasan kapasitas sekolah negeri yang masih terjadi dalam setiap pelaksanaan penerimaan peserta didik baru menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat perencanaan pendidikan dengan mengedepankan pemanfaatan data yang akurat agar kebutuhan sarana pendidikan dapat diproyeksikan secara lebih tepat.

Anggota DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa penyusunan kebijakan pendidikan harus didasarkan pada data yang valid mengenai perkembangan jumlah peserta didik. Dengan pemetaan yang jelas, pemerintah dapat memperkirakan kebutuhan ruang belajar maupun pembangunan unit sekolah baru sesuai kondisi riil di lapangan.

“Pemerintah harus memiliki gambaran yang jelas mengenai jumlah lulusan setiap tahun. Dari situ bisa diketahui berapa ruang kelas tambahan atau bahkan sekolah baru yang perlu disiapkan,” ujar Abdul Rohim, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, perencanaan yang berbasis data akan membantu pemerintah mengantisipasi kesenjangan antara jumlah calon siswa dengan daya tampung sekolah yang tersedia. Kondisi ini dinilai penting, terutama pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang kerap menghadapi tingginya jumlah pendaftar dibanding kapasitas yang ada.

Rohim menilai pendidikan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara optimal oleh pemerintah. Karena itu, persoalan keterbatasan kursi di sekolah negeri tidak seharusnya menjadi masalah yang terus berulang setiap tahun.

Ia juga mendorong pemerintah untuk tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana pendidikan, tetapi turut memperkuat dukungan terhadap akses pendidikan melalui berbagai program bantuan yang berkelanjutan.

“Kesempatan melanjutkan pendidikan jangan hanya berhenti di tingkat sekolah. Anak-anak Samarinda harus mendapat peluang yang lebih besar untuk menempuh pendidikan sampai perguruan tinggi,” katanya.

Lebih lanjut, Rohim mengusulkan penguatan program beasiswa bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktoral. Menurutnya, kesempatan tersebut juga perlu diberikan kepada tenaga pendidik dan dosen guna meningkatkan kualitas akademik serta kompetensi sumber daya manusia di daerah.

“Kalau kita ingin memiliki SDM yang unggul di masa depan, maka investasi terbesar yang harus dilakukan adalah pada sektor pendidikan. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi dampaknya sangat besar bagi kemajuan daerah,” tegasnya.

Ia berpandangan bahwa pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing daerah di masa depan. Dengan kualitas pendidikan yang baik, Samarinda dinilai akan lebih siap menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Oleh sebab itu, Rohim berharap sektor pendidikan dapat terus menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah, baik melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang memadai, perluasan akses belajar, maupun peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Menurutnya, komitmen terhadap penguatan sektor pendidikan merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi yang kompetitif serta mampu berkontribusi terhadap kemajuan Kota Samarinda di masa mendatang. (Adv)

Berita Terkait

Most Popular