Rombongan Dewan Tinjau Kawasan Gunung Elai yang Terancam Longsor Susulan

KALTIMNUSANTARA.COM– Tanah longsor mendapat perhatian serius dari rombongan Komisi III DPRD Bontang saat meninjau lokasi bencana, di Jalan Paprika, Kelurahan Gunung Elai Kecamatan Bontang Utara, Senin (22/5/2023).

Akibat longsoran tanah ini membuat bangunan yang berdiri di kawasan tersebut menjadi terancam, apabila terjadi longsor susulan.

Adapun, bangunan yang terancam, yakni Gedung Halal Bank, Indo Maret, Kafe Imaji, English Training Center, Indo Therapy, dan gereja.

“Sangat mengkhawatirkan kondisi di sekitar lokasi. Kalau tidak segera ada perbaikan, terjadi longsor susulan,” kata Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal, Senin (22/5).

Ia mengatakan, apabila penanganan dilakukan pada anggaran perubahan, maka tak dapat diproses dengan segera. Sebab, harus melalui banyak prosedur dan aturan untuk melakukan penangan tersebut.

Menurutnya, penanganan yang lambat membuat longsor tanah makin melebar dan tebing sungai makin tergerus. Apalagi, tembok pembatas warga di sekitar sungai pada retak.

“Saya rasa itu justru akan semakin memakan waktu karena banyak proses untuk sampai tahap finalisasi. Belum lagi proses lelang yang memakan waktu sampai berbulan-bulan,” terangnya.

Dirinya pun mengusulkan, agar Pemkot Bontang dapat mengalokasikan anggaran darurat untuk mempercepat penanganan.

“Pemkot harus gerak cepat. Jangan sampe terjadi longsor susulan yang dapat mengakibatkan kerugian materil dan jiwa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahli Muda Jabatan Fungsional Pengelola Sumber Daya Air Dinas PUPR Bontang Bambang Permadi mengatakan, melihat kejadian ini, bakal mengajukan penanganan tanah longsor dalam APBD Perubahan 2023.

Namun, dalam pengerjaanya akan dilaksanakan secara swakelola tipe II bersama TNI Bontang.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar lebih efektif dan efisien. “Kalau kami tender di APBD Perubahan waktunya sempit. Jadi kami laksanakan secara swakelola,” tandasnya. (Akbar/ADV/DPRD Bontang).

Berita Terkait

Most Popular