Stadion Palaran Bersiap Reinkarnasi: Dari Bangunan Terlantar Menuju Pusat Sportainment dan Kreativitas

Samarinda – Stadion Utama Palaran yang selama ini tampak tak terurus, kini mulai dilirik sebagai salah satu kunci penggerak ekonomi kreatif dan ruang ekspresi publik di Kalimantan Timur (Kaltim).

Stadion dengan daya tampung sekitar 20 ribu orang itu tak lagi diposisikan sebatas venue olahraga, tetapi sedang dirancang menjadi kawasan multifungsi berbasis komunitas.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim melalui UPTD Prasarana Olahraga tengah menyiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali stadion yang pernah menjadi ikon saat Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 itu.

“Fasilitas yang dimiliki Palaran sangat lengkap, tinggal bagaimana kita menata kembali fungsinya agar lebih dinamis dan menyentuh kehidupan masyarakat,” kata Junaidi, Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga, Sabtu (17/5/2025).

Ia menuturkan, sudah saatnya Stadion Palaran tidak hanya dilihat sebagai bangunan monumental, melainkan sebagai ruang terbuka yang memfasilitasi aktivitas lintas bidang, mulai dari olahraga hingga event budaya dan komunitas kreatif.

Selama ini, kata Junaidi, sebagian besar kegiatan publik lebih banyak diarahkan ke stadion lain, seperti Madya Sempaja, karena masih adanya stigma bahwa Palaran hanya cocok untuk kegiatan formal berskala besar.

“Kami ingin membalik narasi itu. Justru dengan luas dan fleksibilitas ruangnya, Palaran sangat potensial untuk kegiatan komunitas dan pelaku UMKM,” tegasnya.

Revitalisasi ini akan melibatkan banyak pihak, mulai dari komunitas lokal, pelaku industri kreatif, hingga pengusaha event. Dispora Kaltim pun membuka ruang kolaborasi untuk menjadikan kawasan ini lebih hidup dan produktif.

Menurut Junaidi, jika dikelola dengan pendekatan kreatif, Palaran bisa menjadi titik temu baru antara olahraga, ekonomi, dan budaya di Kaltim. Stadion yang dulu hanya ramai sesekali, ke depan diharapkan bisa aktif sepanjang tahun dengan berbagai kegiatan masyarakat.

“Palaran punya kans besar menjadi pusat sportainment yang menghidupkan denyut sosial dan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Inisiatif ini bukan hanya tentang membenahi fasilitas lama, tetapi juga tentang membangun paradigma baru dalam pengelolaan ruang publik. Stadion Palaran akan ditransformasikan menjadi simbol keterbukaan, partisipasi, dan kebangkitan ekonomi berbasis komunitas. (Adv)

Berita Terkait

Most Popular