Ditulis Kader GmnI PPU : Sarinah Suriandini
KALTIMNUSANTARA.COM- Pendidikan perempuan masih dihadapkan pada stigma negatif yang menghambat kemajuan mereka. Meskipun di era modern angka partisipasi perempuan dalam ruang pendidikan semakin meningkat, masih terdapat hambatan pada kemajuan perempuan untuk mencapai pendidikan dan karir seperti halnya stereotip bahwa perempuan hanya cocok untuk mengurus rumah tangga masih kuat di masyarakat.
Stigma ini mengabaikan potensi dan kemampuan perempuan dalam berbagai bidang. Ungkapan seperti “untuk apa sekolah tinggi-tinggi, toh ujung-ujungnya juga di dapur” mencerminkan pandangan yang salah untuk di lekatkan pada perempuan, bahwa perempuanh juga turut memiliki hak yang sama dengan gender lainnya untuk memenuhi haknya dalam ruang pendidikan.
Perempuan karir adalah contoh kekuatan dan dedikasi. Mereka membutuhkan dukungan dan dorongan untuk mencapai potensi maksimal.
Perempuan pada masa kini memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan, salah satunya pada dunia karir. Perempuan karir adalah contoh nyata dari kekuatan dan dedikasi. Mereka membutuhkan dukungan dan dorongan untuk mencapai potensi maksimal.
Dalam mengembangkan diri, perempuan banyak menghadapi tantangan dan peluang untuk meraih kesuksesan. Mereka sebenarnya adalah Perempuan – perempuan yang kuat,tangguh, berdedikasi, dan penuh akan ambisi. Tapi masih banyak sekali masyarakat,bahkan keluarga pun yang menggap hal itu tidak penting. Padahal dari itu mereka hanya membutuh dukungan sekitar sebagai dorongan semangat untuk mencapai potensi kemampuan mereka. Membangun bangsa untuk menyetarakan gender.
Dampak positif dari perempuan yang berpendidikan tinggi itu sebenarnya sangat banyak sekali. Tidak hanya dalam hal karir tetapi juga dalam pengembangan diri untuk peningkatan knowledge serta meningkatkan managerial dalam pengelolaan rumah tangga, terkhususnya dapat membentuk kerangka berfikir kritis yang dipergunakan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam masyarakat.
Dalam hal ini, membangun gerakan kolektif untuk membentuk kesadaran baru dengan pengembangan ruang diskusi di wilayah Penajam Paser Utara perlu menjadi perhatian seluruh pihak. Ruang diskusi ini memiliki potensi yang samgat besar sebagai ruang komunikasi dan edukasi bagi perempuan dan masyarakat di PPU, selain itu ruangan tersebut juga menjadi wadah antara perempuan-perempuan hebat PPU untuk bisa bertukar fikiran dan gagasannya dalam pemberdayaan perempuan untuk berkontribusi pada kemajuan kesejahteraan masyarakat di Penajam Paser Utara.
Maka dengan ini, saya mengajak seluruh komponen organisasi kepemudaan, mahasiswa, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Penajam paser utara untuk bersama-sama bersinergi dalam menghapuskan stigma negatif perempuan dalam ruang pendidikan. Hal ini didasarkan akan besarnya potensi pada setiap insan yang perlu untuk dikembangkan. Mari kita bergandengan tangan menghapus stigma negatif yang menghambat perkembangan perempuan, dan membangun lingkungan yang suportif, dan inklusif bagi seluruh perempuan untuk mencapai versi terbaiknya.
Mari membangun kolaborasi bersama untuk menciptakan perubahan positif menuju masa depan yang lebih baik.


