BONTANG- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang merancang sekolah adiwiyata bisa diterapkan di seluruh jenjang pendidikan. Tujuannya agar anak sekolah mulai diajarkan tentang merawat lingkungan.
Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengatakan, dimulai dengan setiap sekolah belajar untuk memilah sampah organik dan non organik. Setiap sisi sekolah dibuat tempat sampah yang sudah sesuai dengan kelompoknya.
Setelah itu pendidikan anak diajarkan untuk mengelola sampah. Misalnya dijadikan sampah bernilai ekonomis. Atau bisa dijadikan pupuk untuk bercocok tanam.
“Ilmu ini mustinya bisa diinisiasi sejak sekolah,” ucap Abdu Safa Muha.
Ke depan setiap sekolah diminta menyediakan bank sampah. Sampai pada akhirnya Kebudayaan menggunakan sampah plastik bisa dihilangkan.
Sejauh ini program Adiwiyata terbukti bisa membuat sekolah mandiri dalam menciptakan ruang bersih dari sampah dan lingkungan yang asri. Ke depan akan banyak program yang menyasar terkait kebersihan sekolah.
“Sudah banyak sekolah yang mandiri. Jadi kami tinggal membina yang baru atau sedang memulai,” pungkasnya.


