KALTIMNUSANTARA.COM- Manfaatkan lubang bekas tambang. Pemerintah Desa Loa Pari, Kecamatan Tenggarong Seberang bakal mengembangkan potensi wisata air terapung.
Objek wisata itu akan mengunakan lubang bekas tambang seluas kurang lebih 34 hektare (ha). Bahkan konsep pembangunan objek wisata telah dibuat sedemikian rupa.
Hanya saja, kendala yang saat ini dialami yaitu akses jalan yang tidak memadai menjadi penghambat proses perencanaan tersebut.
“Konsepnya diawali dengan membuat sebuah camping ground karena itu tidak memerlukan biaya besar,” ujar Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, Jumat (28/4/2023).
Konsepnya, ada bangunan jembatan kayu diatas kolam. Sehingga pengunjung bisa bersantai menikmati pemandangan dari atas air.
Ia berharap, ada investor yang tertarik untuk mengembangkan potensi destinasi wisata terapung di Desa Loa Pari. Sistem pengelolaan wisatanya akan dikelola oleh pihak desa.
“Kami berupaya untuk mengelola sendiri, sehingga input ke desa lebih maksimal. Karena yang menentukan tenaga kerja dan mengelola manajemennya adalah mereka,” tutupnya. (ADV)


