Dispora Kaltim Susun Langkah Perbaikan untuk Bangkitkan Prestasi Sepak Takraw

SAMARINDA – Cabang olahraga sepak takraw di Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mengalami masa sulit, terutama setelah pelaksanaan Pra-POPNAS. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim kini mulai menyusun pendekatan baru untuk memperkuat pembinaan, demi menciptakan atlet yang siap bersaing di tingkat nasional.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading mengungkapkan bahwa permasalahan yang dihadapi saat ini mencakup berbagai aspek.

Mulai dari minimnya agenda kompetisi, kekurangan pelatih bersertifikat, hingga keterbatasan fasilitas latihan menjadi hambatan yang tidak bisa diabaikan.

“Kami akan lakukan evaluasi total. Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa. Khususnya untuk pelatih, kami sedang upayakan penambahan tenaga yang memiliki lisensi nasional,” ujarnya, Rabu (11/6/2025)

Menurut Rasman, kurangnya frekuensi bertanding membuat kualitas atlet stagnan. Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan memprioritaskan penyelenggaraan turnamen berkala serta memperbanyak kegiatan tryout.

“Jam terbang sangat berpengaruh terhadap mental bertanding. Latihan saja tidak cukup. Kami butuh agenda tryout yang rutin agar atlet bisa terbiasa menghadapi tekanan kompetisi,” kata dia.

Tak hanya soal pelatih dan pertandingan, Dispora juga menaruh perhatian serius terhadap sarana penunjang.

Rasman mengatakan, ia telah meminta kepada pihak-pihak terkait agar segera menginventarisasi kebutuhan utama yang mendesak, termasuk peralatan latihan dan arena pertandingan.

“Fasilitas yang layak adalah fondasi utama. Kalau alat dan tempat latihannya seadanya, jangan heran kalau hasilnya pun seadanya. Ini sedang kami benahi bersama,” tegasnya.

Langkah strategis ini juga melibatkan daerah sebagai bagian penting dari proses pembinaan. Rasman menilai, bibit-bibit unggul olahraga banyak muncul dari program pembinaan di kabupaten dan kota, sehingga kolaborasi dengan pemerintah daerah mutlak diperlukan.

“Kami akan mendorong agar pemerintah kabupaten dan kota lebih aktif lagi. Baik dalam menggelar turnamen tingkat lokal, maupun membina pelatih yang ada di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Dispora Kaltim berharap, dengan strategi pembenahan yang lebih komprehensif ini, sepak takraw di Benua Etam bisa kembali menunjukkan taringnya di ajang seperti POPNAS.

Tujuan utamanya, mencetak atlet muda berbakat yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah di level nasional. (Adv)

Berita Terkait

Most Popular