EBIFF 2025 Libatkan Peserta Internasional, Pemprov Kaltim Pastikan Kenyamanan Warga dan Tamu

Samarinda — East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 dipastikan akan kembali digelar meriah dengan menampilkan parade budaya dari berbagai negara dan daerah di Indonesia.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, selaku tuan rumah, terus melakukan berbagai penyesuaian agar pelaksanaan festival tahun ini berjalan lebih tertib dan inklusif, tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

Salah satu agenda utama, Kirab Budaya, menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.

Selain menjadi daya tarik utama dalam rangkaian festival, kegiatan ini juga melibatkan lintas wilayah kota yang memerlukan pengaturan lalu lintas secara cermat.

Panitia pun berupaya keras menyusun rute yang tidak bersinggungan langsung dengan jalur padat kendaraan, demi menghindari kemacetan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menegaskan pentingnya menjaga kenyamanan warga selama acara berlangsung.

Ia menyebut bahwa pelaksanaan kirab telah dirancang sedemikian rupa agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lalu lintas umum.

“Kami ingin memastikan bahwa kegiatan ini tidak menghambat mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, rute kirab disusun secara cermat agar tetap meriah namun tidak menyebabkan kepadatan di jalan utama,”ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tahun ini masyarakat diberikan akses yang lebih luas untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan secara langsung.

Dengan pengaturan area penonton yang lebih terbuka, penonton dapat menikmati acara dari berbagai sisi.

“Selain area tribun, masyarakat juga diperkenankan menonton dari sisi kiri dan kanan lapangan utama. Namun tentu saja, seluruh penonton tetap diminta menjaga ketertiban agar acara berlangsung lancar dan nyaman bagi semua pihak,”jelasnya.

Gelaran EBIFF 2025 akan diramaikan oleh delegasi dari lima negara, yakni Polandia, Rusia, India, Korea Selatan, dan Rumania.

Sementara itu, peserta dalam negeri berasal dari sejumlah provinsi, termasuk Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Sebagai bagian dari agenda tahunan, festival ini juga menghadirkan pameran produk UMKM yang berlangsung selama sepekan. Para tamu juga dijadwalkan mengunjungi galeri budaya dan pusat kuliner khas Kalimantan Timur.

Fasilitas akomodasi di sekitar lokasi acara telah disiapkan untuk menunjang kenyamanan para peserta dan pengunjung.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pemprov Kaltim optimistis bahwa EBIFF 2025 akan menjadi ajang budaya bertaraf internasional yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya pelaku UMKM dan sektor pariwisata kreatif.
(diskominfokaltim).

Berita Terkait

Most Popular