spot_img
Kamis, Maret 5, 2026

Hari Ketiga PKPMD Kaltim: Jadwal Padat, Disiplin Peserta Diperketat

- Advertisement -

SAMARINDA – Rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Daerah (PKPMD) Kalimantan Timur (Kaltim) berlanjut ke hari ketiga pada Rabu (11/6/2025), dengan agenda yang semakin padat dan pengawasan disiplin yang lebih ketat.

Program ini dilaksanakan secara terpusat di Asrama Atlet Kadrie Oening, tempat di mana 50 peserta pilihan menjalani pelatihan intensif sejak hari pertama.

Mereka ditempatkan dalam sistem karantina penuh, dengan bimbingan langsung dari petugas gabungan, termasuk unsur TNI dan Polri.

Menurut Subkoordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda di Dispora Kaltim, Rusmulyadi peserta mengikuti kegiatan dari pagi hingga malam dengan jadwal yang terstruktur rapi.

Setiap hari dimulai dengan kegiatan bersama seperti makan pagi, dilanjutkan dengan berbagai sesi pembekalan materi.

“Materi yang diberikan hari ini mencakup Indeks Pembangunan Pemuda dari Dispora, wawasan kebangsaan dari Korem, kemudian sesi kepeloporan yang dibawakan oleh Sultan, pemuda pelopor nasional. Di siang hari ada sesi bersama influencer, dan malam ditutup dengan pembahasan psikologi,” ungkapnya.

Rusmulyadi menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dan Polri bukan semata-mata untuk keamanan, tetapi juga bagian dari pola pelatihan yang menekankan pembentukan sikap tertib dan tanggung jawab pada diri peserta.

“Dari bangun pagi sampai menjelang tidur, peserta dibimbing dan diawasi. Kami ingin mereka terbiasa dengan ritme disiplin yang membentuk karakter pemimpin,” tambahnya.

Sesi psikologi yang dilaksanakan di malam hari menjadi salah satu aspek penting dalam metode pelatihan PKPMD. Materi ini dinilai vital untuk memperkuat daya tahan mental serta kemampuan peserta dalam mengelola tekanan sosial dan emosional.

Dispora Kaltim menyebut bahwa program PKPMD merupakan inisiatif strategis daerah yang belum dimiliki oleh provinsi lain.

Oleh karena itu, kesempatan mengikuti pelatihan ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta.

“Di tingkat nasional, jumlah peserta yang diterima biasanya sangat terbatas, hanya dua atau tiga orang. Tapi Kaltim mampu memfasilitasi hingga 50 pemuda dalam satu angkatan. Ini menjadi peluang besar yang wajib disyukuri,” ujar Rusmulyadi.

Dengan pendekatan pelatihan yang menyeluruh, baik dari sisi teknis, emosional, hingga ideologis, pemerintah provinsi melalui Dispora berharap generasi muda yang mengikuti PKPMD tahun ini mampu membawa perubahan konkret bagi pembangunan daerah di masa mendatang. (Adv)

Berita Terkait
- Advertisment -

Most Popular