TENGGARONG – Peresmian kantor desa baru di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, menjadi lebih dari sekadar seremoni infrastruktur.
Gedung baru ini diyakini akan menjadi pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat desa dalam jangka panjang.
Dalam suasana Ramadan yang hangat, acara peresmian yang turut dihadiri oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, dan ratusan warga menjadi panggung persatuan dan komitmen bersama membangun desa dari akar rumput.
Buka puasa bersama yang digelar usai peresmian menambah nuansa kekeluargaan yang kental—menandakan bahwa gedung ini bukan milik pemerintah semata, tapi milik masyarakat seluruhnya.
Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyampaikan bahwa pembangunan kantor desa adalah bagian dari visi jangka panjang menjadikan Loa Raya sebagai desa yang mandiri dan inklusif. Ia menginginkan gedung ini menjadi lebih dari kantor administrasi.
“Kita ingin tempat ini jadi pusat informasi dan kegiatan warga. Ruang pelatihan untuk pemuda, pertemuan RT, tempat pelatihan keterampilan ibu-ibu, bahkan forum diskusi warga. Semua bisa dilakukan di sini,” tutur Martin, Selasa (25/3/2025).
Lebih jauh, Martin juga menggambarkan bagaimana kantor ini akan difungsikan untuk menyambut program-program pemberdayaan desa, seperti pelatihan digitalisasi UMKM, sosialisasi pertanian modern, hingga wadah konsultasi pelayanan sosial dan hukum.
“Desa itu maju bukan hanya karena bangunan, tapi karena warganya aktif, terlibat, dan berdaya. Gedung ini akan kita isi dengan aktivitas yang menghidupkan desa,” tambahnya.
Bupati Edi Damansyah turut mengapresiasi semangat kolaborasi antara pemerintah desa dan kabupaten dalam mewujudkan pembangunan ini.
Menurutnya, sinergi yang kuat adalah fondasi utama membangun desa dari pinggiran secara berkelanjutan.
“Kita bangun bukan hanya fisik, tapi juga pola pikir. Di gedung ini, saya ingin lahir lebih banyak inisiatif warga yang mendorong desa kita makin mandiri,” kata Edi.
Acara yang juga menjadi ajang silaturahmi Ramadan ini semakin menegaskan bahwa pembangunan sejati adalah yang menyentuh sisi kemanusiaan, kebersamaan, dan partisipasi.
Di penghujung acara, Martin mengajak seluruh warga untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun dengan susah payah.
“Kantor ini dibangun dengan keringat banyak pihak. Mari kita jaga, kita isi dengan kegiatan bermanfaat, dan kita jadikan tempat tumbuhnya ide-ide baik untuk kemajuan desa,” ujarnya penuh harap.
Dengan semangat baru yang mengalir dari gedung baru ini, Desa Loa Raya menegaskan diri sebagai desa yang tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun masa depan. (*)


