Pelabuhan Peti Kemas di Teluk Kadere Masih Dijajaki, Rencana Pengalengan Ikan Belum Memungkinkan

BONTANG – Rencana pengembangan pelabuhan peti kemas di Kota Bontang masih terus dijajaki pemerintah daerah bersama calon investor.

Sementara itu, wacana pembangunan industri pengalengan ikan yang sempat menjadi pembahasan hangat beberapa tahun lalu dinilai belum memungkinkan untuk direalisasikan.

Hal itu disampaikan Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, saat menjawab pertanyaan Anggota Komisi B DPRD Bontang, Suharno, dalam rapat pembahasan Raperda Penanaman Modal.

Suharno menyinggung sejumlah rencana investasi yang pernah disampaikan kepada masyarakat, termasuk pembangunan pelabuhan perikanan dan industri pengalengan ikan. Menurutnya, proyek tersebut sempat menjadi perhatian publik sehingga perlu diketahui perkembangannya.

Menanggapi hal itu, Karel menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan langkah awal untuk menarik investor di sektor kepelabuhanan. Salah satunya melalui kunjungan kerja yang sebelumnya diagendakan oleh Wakil Wali Kota Bontang ke Makassar untuk bertemu dengan PT Samudra Indonesia.

“Dalam pertemuan itu dipaparkan potensi dan posisi strategis Kota Bontang untuk pembangunan pelabuhan peti kemas atau pelabuhan bongkar muat,” jelasnya.

Ia mengatakan lokasi yang ditawarkan berada di kawasan Teluk Kadere. Kawasan tersebut dinilai memiliki peluang karena sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang memperbolehkan aktivitas kepelabuhanan dan bongkar muat.

Sementara untuk rencana pembangunan industri pengalengan ikan, Karel menyebut investor masih melihat adanya kendala pada ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan. Menurutnya, kontinuitas pasokan ikan menjadi faktor utama yang dipertimbangkan sebelum investasi dilakukan.

“Investor melihat apakah bahan baku yang akan diolah tersedia secara terus-menerus. Produksi ikan di perairan Bontang dinilai belum mencukupi, sementara sebagian besar pasokan justru berasal dari daerah lain seperti Kalimantan Utara dan wilayah perairan timur Indonesia,” katanya.

Karena alasan tersebut, rencana pembangunan industri pengalengan ikan hingga kini belum dapat dilanjutkan. Meski demikian, DPMPTSP tetap berupaya mencari peluang investasi baru yang sesuai dengan potensi daerah.

“Kami didorong untuk lebih proaktif mencari peluang investasi yang bisa dikembangkan di Kota Bontang. Ke depan, pertemuan dengan investor dalam negeri maupun luar negeri akan terus diupayakan untuk membuka peluang investasi baru,” pungkasnya.

Berita Terkait

Most Popular