BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memberikan perhatian khusus kepada para lanjut usia (lansia) melalui sejumlah program, termasuk dana stimulan untuk lansia miskin dan insentif bagi kader pendamping.
Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlinawati, menyebut layanan kesehatan berkala lewat pola jemput bola di puskesmas juga terus digencarkan. Selain itu, Pemkot berupaya menciptakan ruang publik yang ramah bagi para lansia.
“Pemkot Bontang juga memberikan dana stimulan untuk lansia miskin, dan insentif untuk para kader lansia,” ujar Aji saat menghadiri seremoni Wisuda Sekolah Werda Lestari di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (1/10/2025).
Ia menekankan pentingnya perhatian serius terhadap kelompok lansia. Merujuk data WHO, pada 2030 jumlah penduduk dunia berusia 60 tahun diproyeksikan mencapai 1,4 miliar jiwa, dan meningkat hingga 2,1 miliar jiwa pada 2050.
“Kalau ini tidak mendapatkan perhatian untuk menjadi lansia yang tangguh, akan menjadi beban untuk negara, keluarga, dan lingkungannya,” jelasnya.
Aji menambahkan, angka harapan hidup di Indonesia terus meningkat. Dari 63 tahun pada 1990 kini menjadi 72,26 tahun pada 2024. Menurutnya, tren ini menunjukkan perlunya kebijakan yang memperkuat kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan sehat.


